Kegalauan AC Milan soal Franck Kessie dan Kuartet Toko Besi yang di Ambang Kenyataan

AC Milan dilanda rasa galau dan dilema menyoal cedera yang dialami gelandang andalannya, Franck Kessie. Kondisi ini memicu Rossoneri mau tak mau harus mencari deputi anyar untuk menambal kehilangan sementara Franck Kessie. Satu di antara skenario mengenai kemungkinan siapa yang bakal berlabuh, kuartet 'TOKO BESI' AC Milan menjadi yang terdepan.

Seperti yang diwartakan oleh Sempre Milan , Rossoneri bermasalah dengan lini tengahnya. Tim besutan Stefano Pioli ini harus menerima kabar kurang baik lantaran Franck Kessie mengalami cedera pada sesi latihan, Rabu (11/8/2021) waktu setempat. Pemain Timnas Pantai Gading itu wajib menjalani scan lantaran ia merasakan pengerasan pada otot fleksornya.

Kondisi ini tak hanya merugikan soal taktik permainan yang diusung Stefano Pioli. Namun juga membuat pendukung setia AC Milan, Milanisti was was. Hasil pemeriksaan menunjukkan bahwa mantan gelandang Atalanta ini menderita masalah otot. Meski belum diketahui sampai kapan cedera yang dialami Kessie, namun manajemen mulai bergerak untuk mencarid eputi. Kondisi ini memicu pergolakan bagi Rossoneri. Bagaimana tidak, Il Diavolo Rosso sejatinya tak memandang sektor gelandang box to box membutuhkan asupan tenaga baru.

Rossoneri lebih menitik beratkan posisi winger dan trequartista untuk mendapatkan tambahan pemain anyar. Namun situasinya saat ini berbeda. Kessie membutuhkan waktu untuk beristirahat demi pulihnya kondisi dengan cepat. Dilansir dari laman Football London, nama pemain yang pernah dikaitkan dengan AC Milan, Tiemoue Bakayoko masuk dalam daftar jual Chelsea.

Kabar ini jelas menjadi angin segar bagi Rossoneri untuk yang memang pernah ngebet untuk meminangnya. Dengan masuknya Bakayoko, maka kuartet 'TOKO BESI' akan tercipta. Toko Besi merupakan akronim dari Tonali, Bakayoko, Bennacer dan Kessie.

Sebagaimana yang diketahui, Chelsea memang mencoba untuk merampingkan skuatnya dengan diobral pada bursa transfer musim panas ini. Di sisi lain, The Blues juga sudah menggelontorkan banyak uang, termasuk dalam mendatangkan Lukaku. Jawara Liga Champions itu butuh pendapatan hasil dari penjualan pemain untuk menyeimbangkan neraca keuangan tim.

Akan tetapi, Rossoneri perlu mengkaji kembali terkait kebijakan transfer yang akan mereka lakukan. Pasalnya, AC Milan juga perlu memperhatikan asas financial fair play. Mengingat Rossoneri sejauh ini sudah mendatangkan banyak pemain. Selain itu, manajemen juga wajib memutar otaknya demi mendatangkan pemain yang perannya lebih vital untuk posisi gelandang serang dan winger.

Opsi peminjaman dengan opsi pembelian di akhir musim menjadi cara yang biasanya ditempuh oleh Rossoneri dalam menggaet amunisi anyar.

Leave a Reply

Your email address will not be published.